Polling

bagaimana kinerja disparbud


Hasil

Statistik Pengunjung


Pengunjung Hari ini : 325
Pengunjung Bulan ini : 857
Total Pengunjung : 9016

RAPAT KERJA PEMERINTAH DENGAN GUBERNUR SELURUH INDONESIA DAN BUPATI/WALIKOTA SERTA WAKIL BUPATI/WAKIL WALIKOTA HASIL PEMILIHAN KEPALA DAERAH (PILKADA) SERENTAK TAHUN

Tanggal : 12 May 2016 09:57 Wib



(14/4/16)Wakil Bupati Tasikmalaya Ade Sugianto menghadiri acara Rapat Kerja Pemerintah Dengan Gubernur Seluruh Indonesia Dan Bupati/Walikota Serta Wakil Bupati/Wakil Walikota.Hasil Pilkada Serentak Tahun 2015 yang berlangsung di Istana Negara Jakarta, Jumat (8/4/2016). Rapat kerja tersebut dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo didampingi oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko Kemaritiman Rizal Ramli, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Staf Presiden Teten Masduki, dan Menteri PPN/Kepala Bappenas Sofyan Djalil.

 

Dalam arahannya, Presiden Joko Widodo meminta kepada para Kepala Daerah untuk mempercepat realisasi anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) masing-masing. Presiden menilai, Pemerintah Daerah masih lambat dalam merealisasikan anggaran sehingga masih banyak uang APBD yang tersimpan di bank. Selain itu, Presiden Joko Widodo mengingatkan kepada para kepala daerah untuk saling memperkuat hingga akhir masa jabatan dan bukan saling berkelahi. “Saya minta agar pimpinan daerah jadi satu kesatuan, jangan awal mesra, nanti di pertengahan berantem, jangan terjadi” ujar Presiden.

Presiden menegaskan, kerja pemimpin daerah termasuk yang baru hasil Pilkada Serentak 2015 ditunggu oleh rakyat yang telah memberikan kepercayaan kepada mereka. Presiden juga meminta agar para kepala daerah dan wakil kepala daerah merangkul lawan-lawan politiknya dalam pilkada. “Bertarung itu lima tahun sekali, jangan bertarung terus. Nanti rakyat dapat apa,” tuturnya. Presiden  juga meminta agar pejabat daerah yang dulu tidak mendukung saat pilkada tidak dimutasi ke tempat terpencil karena alasan itu.“Saya tahu kok, saya dengar. Jangan begitu, ingat sebagai pimpinan kita ditunggu rakyat, dinanti rakyat kerja-kerja nyata kita,” kata Presiden.

Presiden Joko Widodo juga menyoroti perilaku kepala daerah yang hidup mewah dan masih banyak Pemerintah Daerah mengalokasikan anggaran untuk belanja rutin, seperti rapat, perjalanan dinas, dan seminar.” Untuk mobil Dinas, misalnya, bila kondisinya masih baik, lebih baik yang adada dipakai dulu, ujar Presiden.

Sebelumnya pada awal arahannya Presiden Jokowi mengingatkan kepada para kepala daerah mengenai tantangan dan kesulitan yang  dihadapi oleh bangsa ini. Presiden menyebut tiga hal, yaitu pertama masalah persaingan dan kompetisi, kedua masalah deregulasi, dan yang ketiga masalah yang berkaitan dengan anggaran.“Ketiga-tiganya sangat penting untuk perlu kita ketahui bersama. Agar kita mempunyai sebuah garis yang sama dalam mengelola pemerintahan ini dan berkonsolidasi dengan baik antara pusat, provinsi, kabupaten, dan kota, dari pusat sampai ke daerah,” kata Presiden.

Menurut Presiden, kondisi global sekarang ini berada pada posisi sangat pesimis, pada posisi pertumbuhan yang menurun, yang sulit. Presiden memberikan contoh, tahun kemarin ekonomi dunia mengalami kejadian beruntun, di mana Indonesia baru mengantisipasi adanya krisis Yunani. Ekonomi dunia dihadapkan pada depresiasi Yuan, akibat pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang menurun serta kenaikan suku bunga the Fed di Amerika.

Presiden mengingatkan, kondisi-kondisi seperti itulah yang semuanya kita harus tahu dan harus mengerti bahwa kondisi global berubah setiap detik, berubah setiap menit, berubah setiap hari, berubah setiap minggu, berubah setiap bulan. “Oleh sebab itu sebagai bangsa yang besar, sebagai kapal yang besar, kita semuanya harus betul-betul sadar bahwa sekarang kita sudah masuk pada integrasi antar wilayah, integrasi antar negara yang apabila sebuah negara itu terguncang, maka kita akan kena imbasnya, kalau negara lain masuk angin kita juga kena imbasnya,” tegas Presiden.

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi  juga mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi dan inflasi di daerah mempengaruhi kondisi nasional. “Realisasi APBD akan mendorong ekonomi daerah, jangan pakai pola lama, kendalikan kepala dinas agar awal tahun anggaran sudah keluar sehingga Februari mulai dikerjakan,” pintanya. Presiden meminta, agar pejabat daerah menghindari realisasi anggaran pada pertengahan tahun bahkan pada September dan Oktober. “Jangan yang lama diteruskan, September, Oktober pas hujan datang malah membangun. Kenapa tidak mulai Maret. Jangan terkena arus birokrasi kita,” tuturnya.


Post Lainnya

test berita

28 Aug 2016 21:50 Wib

test berita

PEMBUKAAN KEGIATAN O2SN, FLS2N DAN PASTRASENDA TINGKAT KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2016

11 May 2016 06:09 Wib

(14/4/16)Bupati Tasikmalaya H. Uu Ruzhanul Ulum membuka kegiatan O2SN, FLS2N dan Pastrasenda Tingkat Kabupaten Tasikmalaya tahun 2016 yang diselenggarakan di lapangan Desa Sukamantri Kecamatan Ciawi Kabupaten Tasikmalaya pada Senin (11-04-2016).…